Sejarah kopi

Menurut legenda sejarah kopi, seorang penggembala dari Arab bernama Kaldi menemukan kambing-kambing nya menari dengan riang gembira mengelilingi semak-semak yang berdaun hijau kehitam-hitaman dan ditumbuhi buah ceri berwarna merah terang di daerah ujung selatan Peninsula Arab. Kemudian Kaldi mengetahui bahwa buah ceri merah terang yang ada di semak-semak itulah yang menyebabkan keanehan tersebut.

Setelah mencoba ceri itu sendiri, dia menyelidiki efek kekuatan rangsangannya dan kemudian dimanfaatkan oleh para biarawan untuk tetap terbangun ketika ada jam sembahyang tambahan. Tak lama kemudian, para biarawan tersebut mulai menyebarkan buah ceri kopi kepada biarawan di seluruh penjuru dunia dan akhirnya lahirlah kopi.

Selain dari legendanya yang menarik, akhir-akhir ini terdapat bukti botanical yang menyebutkan asal usul biji-biji kopi yang berbeda. Bukti tersebut menunjukkan bahwa sejarah biji kopi dimulai dari dataran tinggi Ethiopia tengah dan kemudian biji-biji kopi entah bagaimana dibawa ke Yemen, diamana biji-biji kopi tersebut dibudi dayakan sejak abad ke 6. Ketika diperkenalkan pertama kali di kedai kopi yang ada di Kairo dan Mekah, kopi menjadi sebuah kegemaran tersendiri daripada hanya sekedar minuman penghilang kantuk.

Bukti kredibel pertama baik mengenai pengetahuan meminum kopi atau pengetahuan tentang tanaman kopi, muncul dipertengahan abad ke 15 di biara-biara Sufi Yemen. Biji-biji kopi pertama kali disangrai dan diseduh di jazirah arab, mirip dengan cara saji modern. Pada abad ke 16, kopi sudah diketahui di seluruh negara - negara timur tengah seperti Persia, Turki, dan Afrika Utara. Kopi kemudian menyebar ke Italy, dan selanjutnya ke Eropa, ke Indonesia, dan ke Amerika.